Israel mengalokasikan 152 juta shekel (USD51 juta atau Rp917 miliar) untuk mempersiapkan rencana pembangunan 69 permukiman dan pos terdepan ilegal di Tepi Barat yang diduduki. Laporan itu diungkap kelompok anti-permukiman Israel, Peace Now, pada hari Kamis (11/6/2026), seperti dilaporkan Anadolu.