Organisasi amal yang didanai rakyat Maroko, menyelenggarakan pernikahan massal untuk 40 pemuda Palestina penyandang disabilitas dan cedera, termasuk yang diamputasi, di daerah Mawasi, Rafah, Gaza selatan. Nikah massal itu digelar dalam suasana sukacita yang dibayangi dampak perang Israel di Jalur Gaza.