Iran telah meretas jaringan seluler di seluruh Timur Tengah untuk melacak lokasi personel dan kontraktor Amerika Serikat selama perang. Tudingan itu diungkap dalam laporan surat kabar Financial Times (FT) London, mengutip data telekomunikasi dari proyek penelitian Mobile Surveillance Monitor dan mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.